Rabu, 13 Maret 2013

Kajian Psikolinguistik Menurut Abdul Chaer

BAB I PENDAHULUAN
TUGAS DAN LATIHAN
1.        a.  Jelaskan yang dimaksud dengan kajian bahasa secara internal dan secara eksternal!
       b.  Mengapa diperlukan adanya kajian ilmu antardisiplin? Jelaskan!
       Jawab:
       a.  Kajian bahasa secara itnernal adalah kajian yang dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu, mulai dari struktur fonologi, morfologi, sintaksis, sampai struktur wacana. Kajian secara eksternal adalah kajian yang berkaitan dengan hubungan bahasa itu dengan faktor-faktor atau hal-hal yang ada di luar bahasa, seperti faktor sosial, psikologi, etnis, seni, dan sebagainya.
       b.  Kajian  ilmu antardisiplin diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks.
2.        a.  Diskusikan dengan teman Anda mengapa istilah ilmu jiwa tidak dapat dipertahankan penggunaannya, sehingga harus diganti dengan istilah psikologi!
b.  Diskusikan dengan teman Anda konsep dasar tentang psikologi yang mentalistik, yang behavioristik, dan yang kognitifistik!
Jawab:
a.  Istilah ilmu jiwa tidak dapat dipertahankan penggunaannya karena bidang ilmu ini memang tidak meneliti jiwa atau roh atau sukma, sehingga istilah itu kurang tepat.
b.  Psikologi yang mentalistik mencoba mengkaji proses-proses akal manusia dengan cara mengintrospeksi atau mengkaji diri. Psikologi yang behavioristik mencoba mengkaji perilaku manusia yang berupa reaksi apabila suatu rangsangan terjadi, dan selanjutnya bagaimana mengawasi dan mengontrol perilaku tersebut. Psikologi yang kognitifistik mencoba mengkaji proses-proses kognitif manusia secara ilmiah.
3.        a.  Jelaskan tujuan utama seorang linguis mempelajari bahasa!
b.  Diskusikan mengenai pembidangan linguistik berdasarkan beberapa kriteria pembidangan!
c.  Bagaimana hubungan linguistik dengan psikolinguistik? Diskusikanlah!
Jawab:
a.  Seorang linguis mempelajari bahasa dengan tujuan utama untuk mengetahui secara mendalam mengenai kaidah-kaidah struktur bahasa, beserta dengan berbagai aspek dan segi yang menyangkut bahasa itu.
b.  Secara umum pembidangan linguistik itu terbagi tiga, yaitu:
     (1) Menurut objek kajiannya, yaitu linguistik mikro (struktur internal bahasa sebagai objek kajian) dan linguistik makro (kajian bahasa dalam hubungannya dengan faktor di luar bahasa).
     (2)   Menurut tujuan kajiannya, yaitu linguistik teoretis (ditujukan untuk mencari atau menemukan teori-teori linguistik dan membuat kaidah-kaidah linguistik secara deskriptif) dan linguistik terapan (ditujukan untuk menerapkan kaidah-kaidah linguistik dalam kegiatan praktis).
     (3)   Linguistik sejarah (mengkaji perkembangan dan perubahan suatu bahasa dan sejumlah bahasa) dan sejarah linguistik (mengkaji perkembangan ilmu linguistik baik mengenai tokoh-tokohnya, aliran-aliran teorinya, maupun hasil kerjanya).
c.  Linguistik dan psikologi sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya.
4.        a. Bahasa dapat menjadi objek kajian linguistik dan dapat juga menjadi objek kajian psikologi. Coba jelaskan di mana letak perbedaannya!
       b.  Mengapa dirasakan perlu adanya kajian bersama antara psikologi dan linguistik? Jelaskan!
       c.  Coba diskusikan dengan teman Anda apa yang menjadi tujuan utama dari kajian psikolinguistik!
       d.  Bantuan ilmu antardisiplin apalagi yang diperlukan untuk dapat menerangkan hakikat bahasa itu?
       Jawab:
a. Dalam linguistik objek kaliannya adalah struktur bahasa, sedangkan dalam psikologi yang dikaji adalah perilaku berbahasa atau proses berbahasa.
b.  Kajian bersama antara psikologi dan linguistik dirasakan perlu untuk mengkaji bahasa dan hakikat bahasa. Hal ini dikarenakan meskipun cara dan tujuannya berbeda, tetapi banyak jgua bagian-bagian objeknya yang dikaji dengan cara yang sama dan dengan tujuan yang sama, tetapi dengan teori yang berlainan. Hasil kajian kedua disiplin ini pun banyak yang sama, meskipun tidak sedikit yang berlainan.
c.  Tujuan utama dari kajian psikolinguistik secara teoretis adalah mencari satu bahasa yang secara linguistik bisa diterima dan secara psikologi dapat menerangkan hakikat bahasa dan pemerolehannya.
d.  Bantuan ilmu antardisiplin yang diperlukan untuk dapat menerangkan hakikat bahasa, antara lain neurofisiologi, neuropsikologis, neurolinguistik, dan sebagainya.
5.        a.  Sebutkan dan jelaskan secara singkat mengenai subdisiplin dalam psikolinguistik!
b.  Subdisiplin psikolinguistik mana yang sangat diperlukan bantuannya dalam pengajaran bahasa? Jelaskan!
Jawab:
a.  (1)   Psikolinguistik teoretis: membahas teori-teori bahasa yang berkaitan dengan proses-proses mental manusia dalam berbahasa.
     (2) Psikolinguistik perkembangan: berkaitan dengan proses pemerolehan bahasa, baik pemerolehan bahasa pertama maupun bahasa kedua.
     (3)   Psikolinguistik sosial: berkenaan dengan aspek-aspek sosial bahasa.
     (4)   Psikolinguistik pendidikan: mengkaji aspek-aspek pendidikan secara umum alam pendidikan formal di sekolah.
     (5)   Psikolinguistik-Neurologi (Neuropsikolinguistik): mengkaji hubungan antara bahasa, berbahasa, dan otak manusia.
     (6)   Psikolinguistik Eksperimen: meliputi dan melakukan eksperimen dalam semua kegiatan bahasa dan berbahasa pada satu pihak dan perilaku berbahasa dan akibat berbahasa pada pihak lain.
     (7)   Psikolinguistik terapan: berkaitan dengan penerapan dari temuan-temuan enam subdisiplin psikolinguistik di atas ke dalam bidang-bidang tertentu yang memerlukannya.
b.  Subdisiplin psikolinguistik yang sangat diperlukan bantuannya dalam pengajaran bahasa adalah psikolinguistik pendidikan karena mengkaji aspek-aspek pendidikan secara umum dalam mengajar terutama pada pendidikan formal di sekolah.
6.        a.  Psikolinguistik “katanya” terbentuk dari psikologi dan linguistik. Cobalah bicarakan dengan teman Anda mengenai pendapat para pakar mana yang menjadi induk dari psikolinguistik itu!
       b.  Bagaimana tanggapan Anda mengenai masasalah tersebut?
       Jawab:
a.    Beberapa pakar berpendapat, psikolinguistik berinduk pada psikologi karena istilah itu merupakan nama baru dari psikologi bahasa (psyschology of language) yang telah dikenal beberapa waktu sebelumnya.
b.    Psikolinguistik memang berinduk pada psikologi karena psikologi seseorang akan mempengaruhinya dalam berbahasa.
7.        a.  Bicarakanlah dengan teman Anda mengenai masalah-masalah yang menjadi pokok bahasan psikolinguistik!
b.    Pokok bahasan mana yang sangat berkatian dengan pembelajaran bahasa? Jelaskan!
Jawab:
a.    Masalah-masalah yang mejadi pokok bahasan linguistik, antara lain:
(1)      Apakah sebenarnya bahasa itu? Apakah yang dimiliki oleh seseorang sehingga dia mampu berbahasa? Bahasa itu terdiri dari komponen-komponen apa saja?
(2)      Bagaimana bahasa itu lahir dan mengapa dia harus lahir? Di manakah bahasa itu berada atau disimpan?
(3)      Bagaimana bahasa pertama (bahasa ibu) diperoleh seorang kanak-kanak? Bagaimana perkembangan penguasaan bahasa itu? Di manakah bahasa kedua itu dipelajari? Bagaimanakah seseprang menguasai dua, tiga, atau banyak bahasa?
(4)      Bagaimana proses penyusunan kalimat atau kalimat-kalimat? Proses apakah yang terjadi di dalam otak waktu berbahasa?
(5)      Bagaimanakah bahasa itu tumbuh dan mati? Bagaimana proses terjadinya sebuah dialek? Bagaimana proses  berubahnya suatu dialek menjadi bahasa baru?
(6)      Bagaimanakah hubungan bahasa dengan pemikiran? Bagaimana pengaruh kedwibahasaan atau kemultibahasaan dengan pemikiran kecerdasan seseorang?
(7)      Mengapa seseorang menderita penyakit atau mendapatkan gangguan berbicara (seperti afasia), dan bagaimana cara menyembuhkannya?
(8)      Bagaimana bahasa itu harus diajarkan supaya hasilnya baik? dan sebagainya.
Pokok bahasan yang sangat berkaitan dengan pembelajaran bahasa adalah mengenai bagaimana bahasa itu harus diajarkan supaya hasilnya baik. Hal ini dikarenakan pembelajaran bahasa dapat dicapai dengan baik jika cara mengajarkannya juga baik, sehingga penting untuk mengetahui cara mengajarkan suatu bahasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar